Sistem Keamanan Bank di Jerman

Kemarin ada salah satu anggota grup PPI Jerman ada yang menulis postingan seperti ini di grup Facebook PPI:

Unbenannt

Kejadian kayak gitu aku juga pernah ngalamin sekitar dua tahun yang lalu, kejadiannya persis sama kayak yang diceritain di atas, bedanya waktu itu aku pinjemin bukan karena kurs rupiah yang lagi tinggi, tapi karena temen aku uangnya kurang dan takut gak dapet visa kalau di rekeningnya hanya ada uang segitu.

Saat itu ada salah seorang teman yang ingin ganti visa jadi visa Sprachstudent tapi dia khawatir gak bakalan dapet visa kalau uang di rekeningnya cuma 1000-2000, soalnya kan persyaratan untuk bisa kuliah di Jerman itu salah satunya dengan ada uang di rekening Bank Jerman sebesar 8040 € (Sekarang udah jadi 8640 €).


Baca juga: Kuliah Tanpa 8640 € dalam Rekening Bagi Kalian yang Udah Ada di Jerman

Karena kita beda kota, maka jalan satu-satunya untuk minjemin uang itu dengan di transfer. Limit transfer defaultnya dari bank itu 2500 € setiap harinya, karena aku berniat transfer lebih dari 2500 € makanya limit transferan harus diubah dulu. Validasi untuk perubahan limit transfer ini kurang lebih 24 jam sampai limitnya diganti oleh pihak bank (penggantian limit transferan bisa dilakukan langsung di menu “service” kalau di online banking Deutsche Bank).

Setelah penggantian limit transfer dikonfirmasi pihak bank, langsung kan tuh aku transfer uangnya, tapi gak tahunya sampai hari ke lima itu uang masih juga belum masuk ke rekening temenku. Aku langsung cek di online banking ternyata status transaksinya masih pending. Baru pertama kalinya aku transfer dan statusnya pending, mau nanya ke orang lain juga males jadi aku putusin untuk pergi ke bank aja keesokan harinya.

Besoknya ternyata pihak bank nelepon aku lebih dulu dan langsung nanyain perihal transferan aku yang nominalnya di atas 2500 € dan selama di telepon pihak bank mengajukan beberapa pertanyaan yang harus aku jawab dengan jelas, pertanyaannya kayak gini:

  • Apakah saat ini Anda sedang sendiri atau bersama dengan orang lain?
  • Apakah online banking Anda berfungsi dengan baik?
  • Apakah ada orang lain yang mengetahui PIN online banking dan TAN selain Anda sendiri?
  • Apakah benar Anda melakukan transfer melalui online banking dengan nominal di atas 2500 € pada tanggal dd.mm.yyyy kepada saudari Anu?
  • Apakah Anda mengenal saudari Anu?
  • Apakah Anda melakukan transfer dalam keadaan sadar dan tanpa adanya unsur paksaan?
  • Apakah Anda tidak sedang ditelepon oleh seseorang ketika Anda melakukan transaksi tersebut?
  • Apakah sebelum Anda melakukan transfer Anda menerima telepon dari seseorang yang menyatakan anggota keluarga Anda kecelakaan, sakit atau keadaan buruk lainnya sehingga harus segera melakukan tindakan medis yang membutuhkan biaya tinggi?

Baca juga: Kuliah di Jerman Gratis ???

Kurang lebih pertanyaannya seperti itu. Setelah puas nanya ini dan itu, akhirnya pihak bank bilang semua pertanyaan di atas itu merupakan bagian dari prosedur keamanan dari bank untuk menghindari penipuan, scam melalui telepon dll. Jadi untuk setiap transaksi transfer dengan nominal di atas 2500 € yang penerimanya perorangan maka uangnya gak akan langsung masuk ke rekening penerima melainkan akan masuk ke proses screening bank dulu. Di akhir telepon petugasnya nanya lagi “Apakah semua jawaban yang Anda berikan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya? Apakah Anda menjawab semua pertanyaan dalam keadaan sadar?”, serem banget kalau dipikir-pikir diintrogasi kayak begitu walaupun lewat telepon.

Takjub banget sama sistem keamanan bank disini sampai seketat itu. Seandainya di Indonesia juga sistem keamanannya seperti itu, mungkin banyak orang yang tabungannya bisa diselametin dari modus penipuan melalui transfer bank. Petugasnya kasih tips yang penting waktu itu sama aku, katanya kalau mau transfer dalam jumlah banyak sebaiknya jangan lewat online banking atau ATM, mending lewat bank karena kalau transfer lewat bank kemungkinan kita untuk jadi korban penipuan itu kecil, soalnya gak akan mungkin kan nelepon di depan petugas bank, terus petugas bank juga akan memastikan transaksi dikirim kemana, untuk apa dll. Jadi kalau ada sesuatu hal yang mencurigakan, petugas bank pasti akan langsung nelepon polisi. Kalau dipikir-pikir logis juga sih, makanya semua penipu yang ngehubungi korbannya lewat telepon itu ngegiringnya ke atm.

Jadi bagi kalian yang ingin bertransaksi lewat online banking diharap berhati-hati ya dan jangan sekali-kali ngebagi password online bankingnya sama siapapun, termasuk sama pacar kalian. Be safe ya…

 

Yuk bagikan informasi ini!

Leave a Reply

Facebook
Facebook
Instagram
YouTube
YouTube
LinkedIn
Ikuti Lewat Email
RSS